Rekanan Pemkab Lombok Barat Akan Divonis Hari Ini

Kompas.com - 09/02/2009, 12:07 WIB

JAKARTA, SENIN - Direktur Utama PT Varindo Lombok Inti, Izzat Husein, akan menghadapi putusan majelis hakim pada Senin (9/2) ini. Izzat diperkarakan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait tukar guling aset Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat berupa tanah dan bangunan.

Dia diduga telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 34,1 miliar. Sedangkan kerugian negara yang disebabkan oleh perbuatan Izzat mencapai Rp Rp 36,5 miliar. Oleh karena itu, jaksa penuntut umum menuntutnya dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta subsider 3 bulan penjara.

Jaksa juga meminta terdakwa membayar uang pengganti senilai Rp 34,7 miliar subsider 2 tahun penjara. Uang itu akan dikurangi dengan harta benda terdakwa senilai 4000 real yang telah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jaksa menjerat Izzat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal tiga Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Kasus ini bermula, ketika Izzat melakukan pertemuan dengan Bupati Lombok Barat Iskandar guna membicarakan rencana pelepasan aset pemda Lombok Barat dengan cara tukar guling.

Kemudian Bupati sepakat menunjuk Izzat untuk membangun tiga belas bangunan kantor dinas kabupaten Lombok Barat sebagai pengganti aset pemda. Selanjutnya, Izzat membuat proposal dengan penawaran nilai tanah dan bangunan senilai Rp 31,79 miliar.

Bupati lalu memerintahkan Sekretaris Daerah Lalu Kusnandar Anggrat, Asisten II Hamdan dan Lalu Sapwan Hasyim untuk menyusun taksiran harga aset. Jaksa Riyono mengatakan nilai taksiran mengacu pada proposal yang diajukan Izzat senilai Rp 32,97 miliar.

Dalam kasus tersebut, jaksa juga mendakwa Bupati Iskandar. Namun, kasus Iskandar belum dapat dilanjutkan karena menunggu hasil observasi tim medis. Observasi dilakukan atas perintah majelis hakim. Ia kini dibantarkan di Rumah Sakit Kramatjati.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau